Riset

Embun Pagi 28 Oktober 2026

BBNI membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR5,4tr (+5,2% QoQ, +6,8% YoY), sehingga laba 9M26 mencapai IDR16,1tr (+6,6% YoY). Pertumbuhan QoQ ditopang penurunan provisi sebesar 36,8% QoQ, sementara NII turun 2,7% QoQ dan PPOP turun 1,5% QoQ. Kredit tumbuh 22,2% YoY menjadi IDR992,5tr, didanai pertumbuhan DPK sebesar 20,4% YoY.

Daily ReportResearch Team
Unduh27 Okt 2026

Fixed Income Daily Update - October 28, 2026

Lelang SUN kemarin hanya menyerap IDR20,65tr dari total penawaran IDR31,09tr, di bawah target indikatif IDR30tr , dengan bid to cover sekitar 1,5x dan permintaan terkonsentrasi pada FR0110 dan FR0111. Kami melihat hasil lelang yang lemah dan volume transaksi SBN yang hanya sekitar IDR9tr—terendah sejak Jan 25 dan 33% di bawah transaksi obligasi korporasi—sebagai sinyal likuiditas pasar yang menipis dan preferensi durasi yang tetap defensif, terutama di tenor panjang.

Fixed Income Daily UpdateJessica Tasijawa
Unduh27 Okt 2026

Flash Focus: Bank Mandiri (BMRI IJ/Not rated) - Haji Isam's Share Pledge, Part III: Mandiri Clarifies, Concentration Replaces Collateral as the Key Risk

BMRI mengungkapkan fasilitas kredit sebesar Rp40tn kepada Jhonlin Baratama, yang telah digunakan sebesar Rp17tn. Fasilitas ini untuk belanja modal dan kebutuhan pembiayaan bisnis batu bara Jhonlin Group. Jumlah yang ditarik lebih kecil dari nilai transaksi BYAN sebesar Rp26,1tn yang sebelumnya kami asumsikan, sementara plafonnya mengindikasikan fasilitas payung di tingkat grup. BMRI tidak menjawab secara eksplisit apakah fasilitas ini digunakan untuk bisnis bersama BYAN.

SahamMuhammad Nurkholis Syafruddin
Unduh27 Okt 2026

Flash Focus: Bank Negara Indonesia (BBNI IJ/Not rated) - Loans Racing Ahead, but Margin and Asset Quality Cap Earnings

BBNI membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR5,4tr (+5,2% QoQ, +6,8% YoY), sehingga laba 9M26 mencapai IDR16,1tr (+6,6% YoY). Pertumbuhan QoQ ditopang oleh provisi yang turun 36,8% QoQ menjadi IDR1,9tr (CoC 3Q26: 0,7% vs. 1,2% pada 2Q26). Namun, kinerja inti melemah. NII turun 2,7% QoQ menjadi IDR11,0tr, karena beban bunga melonjak 24,5% QoQ sementara pendapatan bunga hanya naik 8,9% QoQ, sedangkan opex naik 7,4% QoQ, sehingga PPOP turun 1,5% QoQ menjadi IDR9,0tr. Kredit tumbuh 22,2% YoY (+2,5% QoQ; +10,3% YTD) menjadi IDR992,5tr, didanai pertumbuhan DPK sebesar 20,4% YoY (rasio CASA 65,2%).

SahamMuhammad Nurkholis Syafruddin
Unduh26 Okt 2026

Baru mulai trading atau investasi?

Pelajari dasarnya, pahami strateginya, dan bangun kepercayaan diri kamu lewat course dan video yang praktis.

Mirae Asset Academy