Midweek M-Fund Update Ed. Week 4 – October 2026: JCI Under Renewed Pressure: Carry Remains the Core Allocation
Research – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Research – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Macro Update
BI menjaga stabilitas tanpa memperketat likuiditas secara menyeluruh
- BI Policy: BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% dan Lending Facility di 6,50%, serta menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00%. Pertumbuhan kredit September mencapai 13,26% YoY, dibandingkan pertumbuhan DPK 8,22%, sementara insentif KLM mencapai Rp458,5 triliun.
- Market View: Bauran kebijakan BI berupaya menjaga stabilitas Rupiah sambil mendukung likuiditas perbankan. Selisih pertumbuhan kredit dan DPK tetap perlu dipantau sebagai indikasi tekanan pendanaan marginal. RDPU tetap relevan untuk carry dan likuiditas, sementara obligasi berdurasi pendek–menengah lebih defensif terhadap repricing yield.
The Fed, dolar, dan minyak masih membatasi sentimen pasar
- Global Market: Menjelang FOMC 27–28 Oktober, The Fed diperkirakan mempertahankan Fed Funds Rate pada 3,75–4,00%. UST 10Y berada di 4,98%, DXY sekitar 102,2, dan Brent USD115,89/barel per 27 Oktober.
- Market View: Moderasi yield UST memberi dukungan terbatas, tetapi dolar dan harga minyak yang masih tinggi meningkatkan tekanan pada Rupiah dan risiko imported inflation. Kondisi ini membatasi ruang penguatan obligasi domestik dan mendukung pendekatan durasi terukur.
Market Update
IHSG turun 1,99% ke 5.266,13 pada Selasa (27/10), dengan 611 saham melemah dan 10 sektor ditutup negatif. Investor asing mencatat net sell sekitar Rp709 miliar, Rupiah melemah ke Rp18.156/USD, dan yield SBN 10Y naik ke 7,54%. Koreksi yang meluas setelah rebound menunjukkan pemulihan risk appetite belum terkonfirmasi. Penurunan tekanan jual asing dibandingkan hari sebelumnya belum cukup untuk mengimbangi pelemahan Rupiah dan kenaikan yield domestik. Penambahan aset berisiko sebaiknya menunggu stabilisasi arus asing, nilai tukar, dan market breadth.
Investment View
Prioritas tetap pada carry, kualitas underlying, dan likuiditas portofolio di tengah tekanan pasar.
- Core Allocation – RDPU: Pertahankan sebagai alokasi inti untuk kebutuhan likuiditas dan stabilitas portofolio, dengan memperhatikan kualitas instrumen serta ketentuan pencairan.
- Selective Allocation – RD Obligasi: Utamakan produk dengan eksposur pada SBN atau obligasi investment grade berdurasi pendek–menengah untuk mengendalikan sensitivitas terhadap kenaikan yield dan credit spread.
- Selective Allocation – RD Campuran: Pertahankan porsi terbatas pada produk dengan alokasi fleksibel dan likuiditas underlying yang memadai.
- Hold – RDS: Pertahankan eksposur yang ada dan tunda penambahan sampai foreign flow, Rupiah, dan keluasan penguatan pasar membaik.
PILIHAN REKSA DANA DI M-FUND (Data kinerja 1Y per 27 Oktober 2026)
Reksa Dana Pasar Uang
- Danapathi Money Market Fund (+5,46% YoY)
- Syailendra Dana Kas (+4,63% YoY)
- TRIM Kas 2 Kelas A (+4,41% YoY)
Reksa Dana Obligasi
Investor Watchlist: Keputusan The Fed, stabilitas Rupiah, foreign flow, yield SBN/UST, harga minyak, serta implementasi reformasi IHSG.
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor perlu membaca prospektus dan fund fact sheet sebelum berinvestasi.
Sumber: Mirae Asset Sekuritas Indonesia Research
