Embun Pagi 28 Oktober 2026
BBNI membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR5,4tr (+5,2% QoQ, +6,8% YoY), sehingga laba 9M26 mencapai IDR16,1tr (+6,6% YoY). Pertumbuhan QoQ ditopang penurunan provisi sebesar 36,8% QoQ, sementara NII turun 2,7% QoQ dan PPOP turun 1,5% QoQ. Kredit tumbuh 22,2% YoY menjadi IDR992,5tr, didanai pertumbuhan DPK sebesar 20,4% YoY.
BBNI membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR5,4tr (+5,2% QoQ, +6,8% YoY), sehingga laba 9M26 mencapai IDR16,1tr (+6,6% YoY). Pertumbuhan QoQ ditopang penurunan provisi sebesar 36,8% QoQ, sementara NII turun 2,7% QoQ dan PPOP turun 1,5% QoQ. Kredit tumbuh 22,2% YoY menjadi IDR992,5tr, didanai pertumbuhan DPK sebesar 20,4% YoY.
NIM 3Q26 turun menjadi 3,3% dari 3,6% pada 2Q26, karena CoF melonjak 53bps QoQ menjadi 3,16% dan mix bergeser ke kredit wholesale dengan yield lebih rendah. Repricing mendorong loan yield naik menjadi 7,1% dari 6,9%, namun belum cukup mengimbangi kenaikan biaya dana. LaR membaik menjadi 7,8% dari 10,4%, namun NPL konsumer dan komersial naik masing-masing menjadi 3,2% dan 5,9%.
Manajemen menaikkan guidance pertumbuhan kredit FY26F menjadi 10–13% dari 8–10%, serta mempertahankan guidance NIM di 3,3–3,5% dan CoC di 1,0–1,2%. Manajemen memperkirakan NIM membaik pada 4Q26F, meskipun ruang repricing lanjutan terbatas. CET1 berada di 16,5% vs. batas minimum internal 14,5%.
Kami netral terhadap BBNI. Pertumbuhan kredit kuat dan provisi memadai, namun pertumbuhan kredit 22% hanya menghasilkan pertumbuhan laba 6,6% pada 9M26. Potensi kompresi NIM dan kualitas aset yang melemah dapat membatasi pertumbuhan laba, dengan credit cost yang kemungkinan ternormalisasi dari 0,7% pada 3Q26.
