Flash Focus: Bank Mandiri (BMRI IJ/Not rated) - Haji Isam's Share Pledge, Part III: Mandiri Clarifies, Concentration Replaces Collateral as the Key Risk
BMRI mengungkapkan fasilitas kredit sebesar Rp40tn kepada Jhonlin Baratama, yang telah digunakan sebesar Rp17tn. Fasilitas ini untuk belanja modal dan kebutuhan pembiayaan bisnis batu bara Jhonlin Group. Jumlah yang ditarik lebih kecil dari nilai transaksi BYAN sebesar Rp26,1tn yang sebelumnya kami asumsikan, sementara plafonnya mengindikasikan fasilitas payung di tingkat grup. BMRI tidak menjawab secara eksplisit apakah fasilitas ini digunakan untuk bisnis bersama BYAN.
BMRI mengungkapkan fasilitas kredit sebesar Rp40tn kepada Jhonlin Baratama, yang telah digunakan sebesar Rp17tn. Fasilitas ini untuk belanja modal dan kebutuhan pembiayaan bisnis batu bara Jhonlin Group. Jumlah yang ditarik lebih kecil dari nilai transaksi BYAN sebesar Rp26,1tn yang sebelumnya kami asumsikan, sementara plafonnya mengindikasikan fasilitas payung di tingkat grup. BMRI tidak menjawab secara eksplisit apakah fasilitas ini digunakan untuk bisnis bersama BYAN.
Strukturnya konservatif, namun bantalan agunan tipis setelah aksi jual pada Oktober. Kemampuan bayar hanya dinilai dari arus kas usaha batu bara yang sudah berjalan, didukung sinking fund, gadai rekening, agunan nonsaham, serta mekanisme penambahan agunan atau pelunasan sebagian. Berdasarkan harga intraday terendah sebulan JARR dan PGUN (Rp2.120 dan Rp6.850 pada 16-19 Okt-26), nilai saham yang digadaikan sebesar Rp53,3tn, mengimplikasikan agunan nonsaham minimal sekitar Rp33tn apabila cakupan 150% berlaku terhadap plafon Rp40tn. Penurunan kembali ke bawah level terendah tersebut, sekitar 17% di bawah harga saat ini, dapat memicu kewajiban tambahan agunan atau membatasi penarikan sisa plafon.
Risiko likuidasi jaminan mereda, namun risiko konsentrasi meningkat. Plafon Rp40tn setara 16,0% modal inti bank-only sebesar Rp249,9tn pada 9M26, atau 64% dari batas maksimum pemberian kredit (BMPK) 25%. Angka ini dapat naik menjadi sekitar 77% apabila fasilitas BYAN sebesar Rp6tn dan pinjaman JARR digabungkan dalam satu kelompok. Meski belum melanggar ketentuan, eksposur ini sudah tergolong penyediaan dana besar.
Keterbatasan modal membatasi ruang tambahan, dan kami tetap bearish terhadap BMRI. Dengan asumsi laba bersih FY26F sebesar Rp57tn dan payout 75-80% termasuk dividen interim Rp6,2tn, modal inti hanya kembali ke Rp246-249tn pada Jun-27, sehingga sisa ruang BMPK untuk grup tersebut tinggal sekitar Rp13-14tn. Penarikan penuh fasilitas akan menurunkan CAR bank-only sekitar 50bps, yang dapat turun ke kisaran 17% pada Jun-27. Ditambah likuiditas yang ketat (LDR 94,4%) dan rasio LLR terendah sepanjang sejarah di sekitar 2,4%, BMRI memiliki ruang terbatas untuk mempertahankan payout tinggi sekaligus pertumbuhan kredit yang kuat.
