Flash Focus: Bank Central Asia (BBCA IJ/Not rated) - Strong Loans, Soft Earnings, MSCI Clouds

BBCA mencatat laba bersih 9M26 sebesar IDR45.2tr (+4.2% YoY), didukung pertumbuhan NII sebesar 1.7% YoY menjadi IDR65.2tr dan penurunan pencadangan bersih ( 25.6% YoY). PPOP naik 2.5% YoY menjadi IDR58.5tr, sementara laba bersih 3Q26 meningkat 5.6% QoQ menjadi IDR15.7tr, menunjukkan perbaikan kinerja secara kuartalan.

SahamMuhammad Nurkholis Syafruddin27 Okt 2026

BBCA mencatat laba bersih 9M26 sebesar IDR45.2tr (+4.2% YoY), didukung pertumbuhan NII sebesar 1.7% YoY menjadi IDR65.2tr dan penurunan pencadangan bersih (-25.6% YoY). PPOP naik 2.5% YoY menjadi IDR58.5tr, sementara laba bersih 3Q26 meningkat 5.6% QoQ menjadi IDR15.7tr, menunjukkan perbaikan kinerja secara kuartalan.

Kredit tumbuh 12.6% YoY menjadi IDR1,063tr, didorong korporasi (+20.9%) dan UKM (+15.4%), sementara kredit konsumer turun 2.2%. DPK meningkat 8.0% YoY menjadi IDR1,301tr, dengan CASA tumbuh 10.4% YoY. Kualitas aset membaik, dengan gross NPL turun menjadi 1.8% dan LAR menjadi 4.6%, meskipun NIM menyusut menjadi 5.4% dari 5.8% pada 9M25.

Manajemen menaikkan panduan pertumbuhan kredit FY26 menjadi 10-11% dari 8-10%, sementara panduan NIM tetap 5.4-5.6%, CIR 31%, LAR 4.6-4.8%, dan CoC 40-60bps. Repricing kredit semakin menantang akibat persaingan, sedangkan biaya dana diperkirakan stabil. Manajemen masih berhati-hati terhadap prospek permintaan kredit FY27.

Ketidakpastian MSCI masih membayangi valuasi meskipun fundamental BBCA tetap kuat. CAR bank-only mencapai 27.5%, dengan buyback sekitar IDR4tr selama setahun terakhir. Manajemen akan mengevaluasi buyback berikutnya berdasarkan kondisi pasar dan perkembangan regulasi. Kami tetap positif terhadap BBCA berkat keunggulan pendanaan, kualitas aset yang solid, dan permodalan kuat, meskipun tekanan margin dapat membatasi pemulihan laba.