Waspada Penipuan Melalui WhatsApp Mengatasnamakan Mirae Asset Sekuritas
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengimbau seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Mirae Asset Sekuritas.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengimbau seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Mirae Asset Sekuritas.
Di tengah volatilitas pasar saham, investor yang membutuhkan dana dihadapkan pada pilihan antara menjual saham atau mempertahankan aset investasinya. Sebagai alternatif, Gadai Efek merupakan fasilitas pinjaman dari PT Pegadaian dengan menggunakan saham yang memenuhi kriteria sebagai jaminan sehingga investor berkesempatan memperoleh dana tanpa harus langsung menjual saham. Sebelum memanfaatkan fasilitas ini, investor perlu memahami biaya pinjaman, jangka waktu pelunasan, ketentuan agunan, serta risiko perubahan harga saham dan konsekuensi jika kewajiban pinjaman tidak terpenuhi.
Research – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
ISSP Rp468 (+5.88%) : Dinamika ganda kinerja Q3 2026 ISSP
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengimbau seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Mirae Asset Sekuritas.
Di tengah volatilitas pasar saham, investor yang membutuhkan dana dihadapkan pada pilihan antara menjual saham atau mempertahankan aset investasinya. Sebagai alternatif, Gadai Efek merupakan fasilitas pinjaman dari PT Pegadaian dengan menggunakan saham yang memenuhi kriteria sebagai jaminan sehingga investor berkesempatan memperoleh dana tanpa harus langsung menjual saham. Sebelum memanfaatkan fasilitas ini, investor perlu memahami biaya pinjaman, jangka waktu pelunasan, ketentuan agunan, serta risiko perubahan harga saham dan konsekuensi jika kewajiban pinjaman tidak terpenuhi.
ISSP Rp468 (+5.88%) : Dinamika ganda kinerja Q3 2026 ISSP
Research – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
BBCA mencatat laba bersih 9M26 sebesar IDR45.2tr (+4.2% YoY), didukung pertumbuhan NII sebesar 1.7% YoY menjadi IDR65.2tr dan penurunan pencadangan bersih ( 25.6% YoY). PPOP naik 2.5% YoY menjadi IDR58.5tr, sementara laba bersih 3Q26 meningkat 5.6% QoQ menjadi IDR15.7tr, menunjukkan perbaikan kinerja secara kuartalan.
BBNI membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR5,4tr (+5,2% QoQ, +6,8% YoY), sehingga laba 9M26 mencapai IDR16,1tr (+6,6% YoY). Pertumbuhan QoQ ditopang penurunan provisi sebesar 36,8% QoQ, sementara NII turun 2,7% QoQ dan PPOP turun 1,5% QoQ. Kredit tumbuh 22,2% YoY menjadi IDR992,5tr, didanai pertumbuhan DPK sebesar 20,4% YoY.