HomeRisetDaily Report

Embun Pagi 11 September 2026

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik menjadi 118,5 pada Agu 26 dari 116,8 pada Jul 26 setelah tiga bulan berturut turut melemah. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini naik ke 109,4 dan Indeks Ekspektasi Konsumen ke 127,6, tetapi selisih 18,2 poin menunjukkan optimisme terhadap prospek masih jauh lebih kuat dibandingkan persepsi atas pendapatan dan kondisi saat ini.

Daily ReportResearch Team10 Sep 2026

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik menjadi 118,5 pada Agu-26 dari 116,8 pada Jul-26 setelah tiga bulan berturut-turut melemah. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini naik ke 109,4 dan Indeks Ekspektasi Konsumen ke 127,6, tetapi selisih 18,2 poin menunjukkan optimisme terhadap prospek masih jauh lebih kuat dibandingkan persepsi atas pendapatan dan kondisi saat ini.

Perbaikan belum terjadi secara menyeluruh. Kelompok pengeluaran Rp4,1–5,0 juta menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat penurunan keyakinan, sementara persepsi pasar tenaga kerja melemah pada responden berpendidikan universitas dan pascasarjana. Hal ini menunjukkan pemulihan daya beli masih tidak merata, terutama pada kelompok yang lebih terekspos biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan berkualitas.

Porsi tabungan turun paling besar pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp1–4 juta, sementara konsumsi meningkat di hampir seluruh kelompok. Kondisi ini dapat menopang permintaan jangka pendek, tetapi dengan inflasi 3,19% YoY, penurunan tabungan juga menunjukkan buffer keuangan rumah tangga yang semakin tipis, bukan akselerasi pendapatan riil secara luas.

IKK memberikan sinyal positif, meski masih terbatas, bagi consumer staples, affordable discretionary, dan selected durable goods. Pemulihan konsumsi yang berkelanjutan tetap membutuhkan penguatan pendapatan riil, prospek ketenagakerjaan, dan stabilitas inflasi. Karena itu, kami mempertahankan strategi portofolio selektif, dengan preferensi pada saham berfundamental kuat dan arus kas solid. RDPU tetap menjadi liquidity anchor, sementara RDPT tetap favorable untuk akumulasi bertahap seiring membaiknya peluang di pasar obligasi.