News Update 10 Sep 2026: Harga Minyak, MBMA, SGER

Brent Melesat di Atas USD100, MEDC hingga RATU Ikut Terdongkrak

SahamTryas Mardhika10 Sep 2026

Brent Melesat di Atas USD100, MEDC hingga RATU Ikut Terdongkrak

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada Rabu (9/9), dengan minyak Brent yang akhirnya menembus level psikologis USD100/barel

Harga minyak mentah Brent naik 3.4% menjadi USD101.21/barel. Sementara WTI ikut naik 3.25% menjadi USD96.05/barel.

Kenaikan dipicu memanasnya konflik Iran-AS yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Sentimen positif ini turut mengangkat saham energi Indonesia, seperti MEDC naik sekitar 2%, ENRG +4.4%, dan RATU +4.5%.

MBMA Digadang Masuk Bursa Hong Kong, Ini Kata Perseroan

MBMA angkat bicara soal kabar perseroan yang tengah mengkaji peluang pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Perseroan menyatakan belum memutuskan rencana pencatatan saham maupun penjualan depositary receipts di Hong Kong.

MBMA juga menyebut belum memiliki informasi lebih lanjut yang dapat disampaikan kepada publik terkait rencana tersebut.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan MBMA tengah mempertimbangkan pendanaan melalui penjualan depositary receipts di Hong Kong.

Di tengah kabar tersebut, saham MBMA turun 3.6% ke level Rp530/saham.

Diversifikasi Bisnis, SGER Siapkan Pabrik H2O2 hingga Smelter Nikel

SGER terus memperluas bisnis di non batu bara, dengan menargetkan uji coba pabrik hidrogen peroksida (H2O2) di Merak, Banten, pada 1 Oktober 2026.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 40,000 ton/tahun untuk konsentrasi 50%.

Selain H2O2, Perseroan juga menjajaki pembangunan smelter nikel di Sulawesi Selatan untuk memperkuat bisnis hilirisasi.

Dengan ekspansi tersebut, SGER menargetkan pendapatan Rp10 triliun dan laba bersih sekitar Rp500 miliar pada 2026.

Kabar ekspansi ini turut mendorong harga saham SGER melonjak 5.1% ke lvelRp715/saham.