M-Fund Insight September 2026: Momentum Pasar Menguat, Menjaga Strategi Investasi Tetap Terukur
Memasuki September, momentum positif aset domestik masih terjaga, tetapi ruang penguatan mulai dibatasi oleh risiko global dan domestik. Reli IHSG dan SBN sepanjang Agustus mencerminkan perbaikan risk appetite, namun tingginya UST yield dan harga minyak, ketidakpastian kebijakan The Fed, serta arus modal asing yang belum konsisten membatasi potensi reli lanjutan. Di domestik, pertumbuhan tetap solid, tetapi kenaikan inflasi, PMI yang kembali kontraksi, surplus perdagangan yang menipis, dan pelebaran defisit transaksi berjalan meningkatkan kerentanan Rupiah terhadap tekanan eksternal. Dengan prospek pasar yang tetap konstruktif namun lebih rentan terhadap volatilitas menjelang FOMC dan RDG BI, strategi investasi sebaiknya tetap balanced: mempertahankan likuiditas melalui RDPU, mengoptimalkan carry pada Reksa Dana Obligasi dengan penambahan durasi secara selektif, serta mengakumulasi RDS secara bertahap pada saham berkapitalisasi besar dan berfundamental kuat.
Memasuki September, momentum positif aset domestik masih terjaga, tetapi ruang penguatan mulai dibatasi oleh risiko global dan domestik. Reli IHSG dan SBN sepanjang Agustus mencerminkan perbaikan risk appetite, namun tingginya UST yield dan harga minyak, ketidakpastian kebijakan The Fed, serta arus modal asing yang belum konsisten membatasi potensi reli lanjutan. Di domestik, pertumbuhan tetap solid, tetapi kenaikan inflasi, PMI yang kembali kontraksi, surplus perdagangan yang menipis, dan pelebaran defisit transaksi berjalan meningkatkan kerentanan Rupiah terhadap tekanan eksternal. Dengan prospek pasar yang tetap konstruktif namun lebih rentan terhadap volatilitas menjelang FOMC dan RDG BI, strategi investasi sebaiknya tetap balanced: mempertahankan likuiditas melalui RDPU, mengoptimalkan carry pada Reksa Dana Obligasi dengan penambahan durasi secara selektif, serta mengakumulasi RDS secara bertahap pada saham berkapitalisasi besar dan berfundamental kuat.
Market Overview:
Memasuki September, pasar domestik membawa momentum positif dari Agustus, dengan IHSG naik 5,48% MoM dan yield SBN 10T turun ke 6,99%. Namun, investor tetap perlu mencermati kenaikan inflasi, pelemahan PMI Manufaktur, serta surplus perdagangan yang semakin tipis. Di tengah yield global dan harga minyak yang masih tinggi, strategi portofolio tetap perlu dijaga seimbang melalui likuiditas, seleksi obligasi, dan akumulasi saham secara bertahap.
Untuk memahami implikasinya lebih lanjut, berikut beberapa poin utama yang perlu dicermati oleh investor:
1. Apakah reli saham dan obligasi dapat berlanjut pada September?
Peluang masih terbuka, tetapi pergerakan kemungkinan tidak linear. Agenda FOMC dan RDG BI dapat kembali mengubah ekspektasi suku bunga, sementara arus asing belum konsisten. Karena itu, investor sebaiknya menghindari mengejar reli dan menambah posisi secara bertahap.
2. Apakah fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menopang pasar?
Fundamental domestik masih ditopang pertumbuhan ekonomi 5,29% YoY, cadangan devisa yang memadai, dan inflasi dalam sasaran BI. Namun, pelebaran defisit transaksi berjalan serta surplus perdagangan yang tipis membuat Rupiah lebih sensitif terhadap harga minyak dan arus modal global.
Strategi Investasi yang Perlu Dipertimbangkan:
- Tetap disiplin dan pertahankan likuiditas melalui reksa dana pasar uang.
- Fokus pada reksa dana pendapatan tetap berdurasi pendek–menengah untuk menangkap carry.
- Tambah durasi obligasi secara selektif saat yield kembali menarik.
- Akumulasi reksa dana campuran/saham secara bertahap pada emiten besar dan berfundamental kuat.
Produk Pilihan di M-Fund (Data Fund Fact Sheet per 30 July 2026)
- Reksa Dana Pasar Uang --> TRIM 2 Kelas A (4,37% YoY)
- Reksa Dana Pasar Uang --> Danamas Stabil (6,41% YoY)
- Reksa Dana Pendapatan Tetap --> Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A (4,58% YoY)
Investasi Reksa Dana di M-FUND
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang
Sumber: Mirae Asset Sekuritas Indonesia Research
