HomeRisetFixed Income Daily Update

Fixed Income Daily Update - October 19, 2026

Usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market berpotensi memicu arus keluar dana pasif sekitar USD3bn menjelang keputusan final pada Jun 27 , seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap transparansi pasar dan penegakan regulasi. Kami melihat dampak dua sisi terhadap INDOGB, di mana rotasi dana domestik dari saham dapat menopang permintaan obligasi, sementara aksi jual asing dan pelemahan Rupiah berpotensi mendorong kenaikan premi risiko negara.

Fixed Income Daily UpdateJessica Tasijawa18 Okt 2026

Usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market berpotensi memicu arus keluar dana pasif sekitar USD3bn menjelang keputusan final pada Jun-27, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap transparansi pasar dan penegakan regulasi. Kami melihat dampak dua sisi terhadap INDOGB, di mana rotasi dana domestik dari saham dapat menopang permintaan obligasi, sementara aksi jual asing dan pelemahan Rupiah berpotensi mendorong kenaikan premi risiko negara.

Pengalaman historis downgrade MSCI menunjukkan empat potensi risiko: i. koreksi pasar saham sebesar 5–15%; ii. pelebaran spread risiko negara sebesar 20–50bps; iii. kenaikan yield INDOGB sebesar 20–50bps disertai depresiasi Rupiah 2–5%; dan iv. arus keluar modal asing secara bersamaan dari pasar saham dan obligasi. Kami melihat kredibilitas penegakan regulasi menjadi kunci untuk membatasi rambatan risiko antar-aset, dengan langkah konkret OJK, IDX, dan pemerintah diperlukan untuk memulihkan kepercayaan investor.

Arus modal asing ke aset Rupiah kembali mencatat inflow sebesar IDR7,8tr pada 12–15 Okt, dipimpin SRBI (+IDR4,7tr) dan INDOGB (+IDR3,0tr), sehingga total inflow YTD mencapai IDR152,6tr, sebelum pengumuman MSCI pada Jumat memicu outflow sebesar IDR3,3tr dari saham dan IDR1,5tr dari INDOGB. Kami melihat pembalikan arus modal yang tajam mencerminkan rapuhnya permintaan investor asing, seiring ketidakpastian MSCI merambat ke INDOGB melalui penyesuaian portofolio dan tekanan Rupiah, meskipun tidak berdampak langsung terhadap kelayakan INDOGB dalam indeks obligasi global.

Rupiah melemah 0,5% menjadi IDR18.027/USD pada Jumat meskipun DXY menurun, sementara yield INDOGB 10Y dan 2Y masing-masing naik 11bps dan 17bps menjadi 7,36% dan 6,92%, sehingga spread terhadap UST melebar menjadi 228,6bps dan 220,9bps. Kami melihat premi risiko domestik meningkat terlepas dari pergerakan yield global, dengan aksi jual asing dan tekanan nilai tukar mengimbangi daya tarik valuasi INDOGB, sehingga memperkuat sikap hati-hati kami terhadap durasi obligasi.