Telkom Indonesia (TLKM IJ/Maintain) - The Second Handover
TLKM memisahkan bisnis wholesale fiber ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) melalui dua tahap. Fase 1, efektif Jan 26, mengalihkan aset IDR48,9tr dan liabilitas IDR13,3tr pada nilai appraisal IDR35,8tr. Fase 2, yang diagendakan pada EGMS 30 September, mengalihkan tambahan aset IDR29,2tr senilai IDR49,9tr, atau 33% dari ekuitas FY25, dengan penerbitan 498,6mn saham baru TIF. Secara gabungan, InfraNexia memegang aset IDR78,0tr yang menghasilkan pendapatan IDR24,8tr dan EBITDA IDR16,9tr, dinilai pada 5,9x EV/EBITDA. Laporan keuangan konsolidasi tidak berubah. Fase 1 membawa access fiber (490k km) dan backbone (80k km), sementara sisa aset subsea domestik (25k km) beralih pada Fase 2.
TLKM memisahkan bisnis wholesale fiber ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) melalui dua tahap. Fase 1, efektif Jan-26, mengalihkan aset IDR48,9tr dan liabilitas IDR13,3tr pada nilai appraisal IDR35,8tr. Fase 2, yang diagendakan pada EGMS 30 September, mengalihkan tambahan aset IDR29,2tr senilai IDR49,9tr, atau 33% dari ekuitas FY25, dengan penerbitan 498,6mn saham baru TIF. Secara gabungan, InfraNexia memegang aset IDR78,0tr yang menghasilkan pendapatan IDR24,8tr dan EBITDA IDR16,9tr, dinilai pada 5,9x EV/EBITDA. Laporan keuangan konsolidasi tidak berubah. Fase 1 membawa access fiber (490k km) dan backbone (80k km), sementara sisa aset subsea domestik (25k km) beralih pada Fase 2.
Kami menilainya jauh lebih tinggi. Carve-out fiber global terjadi pada 12,8x: Telstra 28,0x, TPG/Vocus 11,2x, MORA/MyRepublic 10,2x dan TIM FiberCop 8,6x. Kami menerapkan diskon 30% atas utilisasi InfraNexia yang sekitar 40% dan bauran pendapatan yang bersumber internal, menghasilkan basis 9,0x untuk asumsi penjualan saham kami. Atas EBITDA disesuaikan IDR17,5tr termasuk TIF standalone, hal ini mengimplikasikan EV IDR157,9tr dan ekuitas IDR145,7tr setelah utang bersih IDR12,3tr, atau 54,3% dari kapitalisasi pasar TLKM saat ini.
Penjualan 25% saham pada 9,0x mengimplikasikan proceeds bruto IDR36,4tr. Setelah biaya advisory 1% dan nilai buku tercatat IDR16,7tr, keuntungan kena pajak sebesar IDR19,3tr dan pajak 22% sebesar IDR4,2tr, menyisakan kas bersih IDR31,8tr. Pada payout 50%, angkanya IDR15,9tr, atau special DPS IDR161, setara yield 5,9% pada harga terakhir IDR2.710, di luar dividen reguler. Pada rentang kepemilikan 15-35% dan 7,0-11,0x, special DPS berkisar IDR76-273 (yield 2,8-10,1%), sementara payout 30% hingga 70% pada kepemilikan 25% menghasilkan IDR96-225. DPS lebih sensitif terhadap besaran kepemilikan dan payout dibanding multiple valuasi.
Kami mempertahankan proyeksi kami sambil menunggu kejelasan lanjutan atas divestasi dan penggunaan dana. Kami memandang langkah ini positif, membuka sinergi dan potensi monetisasi bersama investor baru yang dapat membawa bisnis tambahan bagi grup. Hal ini sejalan dengan strategi streamlining TLKM dan fokus pada operasi inti, yang seharusnya mengangkat profitabilitas dengan neraca yang lebih ramping. Kami menegaskan kembali rekomendasi BUY dengan TP IDR3.400, mengimplikasikan 4,2x EV/EBITDA FY27F. Risiko: penundaan divestasi dan risiko eksekusi di InfraNexia.
