Telkom Indonesia (TLKM IJ/Maintain) - Investment Losses Mask a Steady Core

TLKM membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR3,8tr ( 39,1% QoQ, 16,1% YoY), tertekan kerugian investasi belum terealisasi IDR1,3tr pada GOTO (IDR0,4tr) dan portofolio startup MDI (IDR0,9tr). Laba inti IDR4,8tr membawa 9M26 ke IDR15,5tr, sejalan di 77,6%/76,6% dari estimasi kami/konsensus (rata rata 3 tahun: 76,3%), tertopang D&A yang turun 6,7% YoY. EBITDA turun ke IDR18,0tr ( 1,4% YoY) dengan margin 47,9% ( 2,0ppt YoY) seiring cash opex naik 7,0% YoY atas impairment piutang IDR742bn.

SahamDaniel Widjaja01 Nov 2026

TLKM membukukan laba bersih 3Q26 sebesar IDR3,8tr (-39,1% QoQ, -16,1% YoY), tertekan kerugian investasi belum terealisasi IDR1,3tr pada GOTO (IDR0,4tr) dan portofolio startup MDI (IDR0,9tr). Laba inti IDR4,8tr membawa 9M26 ke IDR15,5tr, sejalan di 77,6%/76,6% dari estimasi kami/konsensus (rata-rata 3 tahun: 76,3%), tertopang D&A yang turun 6,7% YoY. EBITDA turun ke IDR18,0tr (-1,4% YoY) dengan margin 47,9% (-2,0ppt YoY) seiring cash opex naik 7,0% YoY atas impairment piutang IDR742bn.

Pendapatan tercatat IDR37,6tr (-2,8% QoQ, +2,8% YoY), dengan seluruh pertumbuhan YoY berasal dari luar TSEL (+14,2% YoY ke IDR10,4tr) seiring TSEL turun 1,0% YoY ke IDR27,3tr, menekan pendapatan data, internet dan IT sebesar 4,8% QoQ ke IDR23,4tr. TSEL kehilangan 2,4mn pelanggan QoQ ke 151,1mn (-6,5mn YoY), ARPU melandai ke IDR44,9k (-2,4% QoQ) dan yield turun ke IDR3,43/MB (-4,0% QoQ), meski payload bertahan di 5.803PB (+0,8% YoY).

IndiHome B2C menambah 118k pelanggan ke 9,63mn (-6,1% YoY) dengan ARPU pulih ke IDR218k (+3,3% QoQ), meski basis yang lebih kecil membuat pendapatan segmen turun 2,3% YoY ke IDR6,3tr. Manajemen memperkirakan 4Q26 lebih kuat atas seasonality, perbaikan pasar dan monetisasi jaringan, serta mempertahankan guidance margin EBITDA di atas 50% meski mengakui berpotensi meleset. Capex meningkat pada 4Q untuk memenuhi C2R 17-19%, dan capex FY27F naik seiring belanja data center dan subsea.

NeutraDC menargetkan 400MW pada 2030 (aspirasi 1GW) dengan mitra strategis kemungkinan pada 2027, sementara penjualan 20-35% saham InfraNexia pada 9-13x EBITDA dapat menghimpun USD1-2bn+ untuk dividen khusus dan reinvestasi. Kami menegaskan BUY dengan TP IDR3.400, mengimplikasikan 4,2x EV/EBITDA FY27F, seiring prospek mobile yang stabil menopang pemulihan ARPU dan streamlining tetap on track. Penjualan saham dan sisa buyback IDR3,5tr menjadi katalis jangka pendek. Risiko: ARPU dan belanja konsumen lebih lemah, biaya ERP dan depresiasi lebih tinggi.