Fixed Income Daily Update - September 11, 2026
ECB menaikkan policy rate sebesar 25bps menjadi 2,50%, dengan stance yang semakin hawkish seiring eskalasi tensi Timur Tengah mendorong harga energi lebih tinggi dan menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 3,0%. Kondisi ini semakin memperkuat higher for longer global rates backdrop, seiring inflasi berbasis energi yang persisten semakin membatasi ruang bank sentral untuk mendukung pertumbuhan.
ECB menaikkan policy rate sebesar 25bps menjadi 2,50%, dengan stance yang semakin hawkish seiring eskalasi tensi Timur Tengah mendorong harga energi lebih tinggi dan menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 3,0%. Kondisi ini semakin memperkuat higher-for-longer global rates backdrop, seiring inflasi berbasis energi yang persisten semakin membatasi ruang bank sentral untuk mendukung pertumbuhan.
PPI AS naik 0,4% MoM dan 5,4% YoY pada Aug-26, sementara core PPI lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,2% MoM meski secara tahunan meningkat menjadi 4,6% YoY. Data yang mixed tersebut mempertahankan higher-for-longer bias The Fed, dengan pasar memperhitungkan sekitar 64% probabilitas kenaikan suku bunga pada Sep-26, sehingga rilis CPI Jumat menjadi katalis utama bagi arah suku bunga dalam jangka pendek.
Pemerintah berencana mengalokasikan IDR11tr untuk memfasilitasi pembukaan hingga 200mn rekening bank, dengan implementasi dilakukan secara bertahap melalui BRI dan BSI. Menurut pandangan kami, kebijakan ini dapat mempercepat inklusi keuangan dan memperluas basis simpanan formal, meski dampak makronya akan bergantung pada sejauh mana rekening baru tersebut benar-benar aktif digunakan untuk menabung dan bertransaksi.
Rupiah tetap relatif stabil di IDR17.547/USD, sejalan dengan DXY yang juga relatif stabil di 98,76, sementara yield INDOGB relatif terjaga di 7,11% untuk 10Y dan 6,83% untuk 2Y meski yield UST masih tinggi. Dengan CDS 5Y Indonesia kembali turun ke sekitar 82, perbaikan domestic risk sentiment dan resiliensi Rupiah membuat INDOGB tenor menengah-panjang mulai semakin menarik untuk gradual accumulation, meski global rates yang tinggi masih memerlukan positioning durasi yang selektif.
