HomeRisetFixed Income Daily Update

Fixed Income Daily Update - October 21, 2026

BI diperkirakan menaikkan suku bunga 25bps menjadi 6,00% hari ini untuk menjaga Rupiah di bawah IDR18.000/USD , seiring arus keluar saham sebesar IDR5,6tr akibat sentimen MSCI yang turut menekan INDOGB, mendorong kenaikan yield 17bps dan arus keluar asing harian IDR310bn. Selain itu, DXY di atas 101 dan harga minyak yang bertahan di atas USD100/bbl akibat ketegangan Timur Tengah semakin memperkuat urgensi pengetatan, meskipun berisiko menekan pertumbuhan domestik.

Fixed Income Daily UpdateJessica Tasijawa20 Okt 2026

BI diperkirakan menaikkan suku bunga 25bps menjadi 6,00% hari ini untuk menjaga Rupiah di bawah IDR18.000/USD, seiring arus keluar saham sebesar IDR5,6tr akibat sentimen MSCI yang turut menekan INDOGB, mendorong kenaikan yield 17bps dan arus keluar asing harian IDR310bn. Selain itu, DXY di atas 101 dan harga minyak yang bertahan di atas USD100/bbl akibat ketegangan Timur Tengah semakin memperkuat urgensi pengetatan, meskipun berisiko menekan pertumbuhan domestik.

Dana asuransi dan pensiun menjadi penopang utama INDOGB, mencatat inflow harian IDR160bn pada 16-Oct-26, terbesar kedua setelah pembelian BI sebesar IDR5,8tr di tengah tekanan jual yang meluas. Inflow YTD kedua institusi tersebut mencapai IDR139,7tr dengan kepemilikan 20% dari total outstanding INDOGB, di bawah BI yang mencatat pembelian IDR197,8tr dan porsi kepemilikan 26%, mencerminkan meningkatnya peran institusi domestik dalam menjaga stabilitas pasar obligasi.

Namun, meningkatnya biaya intervensi menegaskan urgensi koordinasi BI dan pemerintah, dengan hasil stress test kami menunjukkan Rupiah hanya dapat dipertahankan di sekitar IDR18.000/USD selama 29 bulan berdasarkan asumsi laju penurunan cadangan devisa tanpa reformasi kebijakan yang berarti. Beban bunga SRBI dari yield di atas 7% pada pertengahan tahun serta pembelian INDOGB yang berkelanjutan semakin meningkatkan beban kebijakan BI, sehingga reformasi yang kredibel menjadi krusial untuk mengurangi ketergantungan pada intervensi moneter.

INDOGB masih tertekan kemarin, dengan yield 10Y dan 2Y masing-masing naik 1bps dan 2bps menjadi 7,44% dan 6,92%, meskipun yield UST 10Y turun 2bps menjadi 5,12%, sehingga spread INDOGB–UST melebar menjadi 231,9bps. Rupiah menguat 0,30% ke IDR17.992/USD seiring DXY turun 0,21% menjadi 101,768, memberikan ruang pemulihan sementara bagi Rupiah meskipun premi risiko domestik masih tinggi.