Cement (Neutral/Maintain) - Strong June Cement Consumption Keeps 1H26 in Line with Our Forecast

Konsumsi semen domestik naik ke 5,5 juta ton pada Juni 2026 (+3,8% MoM, +13,1% YoY), dengan semen curah 1,7 juta ton (+6,4% MoM, +19,9% YoY) dan semen kantong 3,9 juta ton (+2,8% MoM, +10,4% YoY), didorong basis rendah, cuaca lebih kering dan infrastruktur yang lebih cepat. Untuk 1H26, konsumsi tumbuh +10,2% YoY ke 29,9 juta ton, 47% dari FY26F kami dan masih dalam run rate 43 47%, didorong SPPG untuk semen kantong serta KDMP, Sekolah Rakyat, rekonstruksi Sumatra dan 3 juta rumah untuk semen curah.

SahamAndreas Saragih28 Jul 2026

Konsumsi semen domestik naik ke 5,5 juta ton pada Juni 2026 (+3,8% MoM, +13,1% YoY), dengan semen curah 1,7 juta ton (+6,4% MoM, +19,9% YoY) dan semen kantong 3,9 juta ton (+2,8% MoM, +10,4% YoY), didorong basis rendah, cuaca lebih kering dan infrastruktur yang lebih cepat. Untuk 1H26, konsumsi tumbuh +10,2% YoY ke 29,9 juta ton, 47% dari FY26F kami dan masih dalam run rate 43-47%, didorong SPPG untuk semen kantong serta KDMP, Sekolah Rakyat, rekonstruksi Sumatra dan 3 juta rumah untuk semen curah.

Volume grup SMGR mencapai 3,2 juta ton pada Juni (-0,1% MoM, +11,9% YoY), dengan penjualan regional 0,6 juta ton (+21,3% YoY) mengimbangi penjualan domestik yang melemah di 2,5 juta ton (+9,8% YoY), dan pangsa pasar domestik di 45,9% (-2,4ppt MoM). Untuk 1H26, SMGR naik +5,6% YoY ke 18,3 juta ton (46,8% dari FY26F), dengan pangsa pasar stabil di 47,4%. INTP naik ke 1,6 juta ton (+13% MoM, +15,2% YoY), mengangkat pangsa pasar ke 29,2% (+2,4ppt MoM), tertinggi tahun ini, akibat penyesuaian harga semen kantong lebih awal dan JV mortar. Untuk 1H26, INTP naik +5% YoY ke 8,4 juta ton (43,4% dari FY26F), meski pangsa pasar turun ke 28,1% (-1,4ppt YoY).

Kami mempertahankan Neutral dan target harga yang tidak berubah, karena konsumsi 1H26 sesuai ekspektasi. Kuartal ketiga secara musiman paling kuat, namun kami tetap waspada terhadap suku bunga lebih tinggi, rasionalisasi belanja pemerintah, rupiah yang lemah, harga energi yang tinggi, dan potensi inflasi pangan akibat El Nino. Risiko kenaikan meliputi: 1) konsumsi yang lebih tinggi dari perkiraan, 2) pangsa pasar pemain first-tier yang lebih kuat, dan 3) harga jual yang lebih tinggi.