Small Cap Stock Info 19 Okt 2026: MTEL, VKTR, MIDI
MTEL Rp404 ( 9.82%) : Prospek saham MTEL
MTEL Rp404 (-9.82%) : Prospek saham MTEL
Support: Rp382
Resistance: Rp480
Stop loss: Rp374
Didirikan pada 18 Oktober 1995, PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) merupakan anak usaha Telkom Indonesia yang bergerak dalam bidang penyedia jasa infrastruktur menara telekomunikasi.
Prospek saham MTEL berpotensi ditopang oleh pertumbuhan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi seiring ekspansi jaringan 5G, layanan Fixed Wireless Access (FWA), dan peningkatan penetrasi fiber optik di Indonesia. Pengembangan 5G dan FWA dapat mendorong kebutuhan kolokasi serta optimalisasi pemanfaatan menara telekomunikasi, sedangkan ekspansi fiber optik berpeluang memperkuat konektivitas dan membuka sumber pendapatan tambahan. Selain itu, konsolidasi industri menara berpotensi menciptakan efisiensi operasional, meningkatkan utilisasi aset, dan memperkuat skala bisnis MTEL. Dengan demikian, prospek MTEL cenderung menarik untuk jangka menengah hingga panjang apabila pertumbuhan permintaan infrastruktur diikuti peningkatan pendapatan berulang dan kinerja keuangan yang solid.
Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, MTEL ditutup pada level harga Rp404 (-9,82%) dengan kenaikan volume sebesar 116% dibandingkan hari sebelumnya.
VKTR Rp374 (-15.00%) : Pendirian anak usaha baru
Support: Rp360
Resistance: Rp448
Stop loss: Rp352
Didirikan pada 23 November 2007, PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), komponen suku cadang, dan industri pengecoran besi.
Pendirian anak usaha baru PT. Indo Pacific Critical Minerals (IPCM) oleh VKTR dengan kepemilikan 99% saham merupakan langkah ekspansi strategis non-material untuk mengamankan rantai pasok hulu mineral kritis (critical minerals) sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Upaya hilirisasi dan integrasi vertikal ini tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai efisiensi operational serta nilai Tambah Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada lini manufaktur bus dan kendaraan komersial listrik VKTR, melainkan juga memperkuat ekosistem Electric Vehicle (EV) nasional berbasis baterai secara komprehensif tanpa memberikan dampak negatif material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan operasional perseroan.
Pada perdagangan Jumat, 16 October 2026, VKTR ditutup pada level harga Rp374 (-15,00%) dengan penurunan volume sebesar 91% dibandingkan hari sebelumnya.
MIDI Rp240 (-12.40%) : Fokus bisnis MIDI
Support: Rp220
Resistance: Rp286
Stop loss: Rp210
Didirikan pada 28 Juni 2007, PT. Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan eceran dalam format minimarket dan jasa waralaba.
MIDI berfokus pada penguatan ekosistem ritel modern yang adaptif dan berdaya saing tinggi melalui ekspansi format gerak ritel, seperti Alfamidi, Alfamidi Super, dan Lawson, yang menyasar segmen pasar keluarga serta gaya hidup masyarakat perkotaan. MIDI berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui penyediaan produk berkualitas dengan harga kompetitif, pelayanan yang memuaskan, serta kenyamanan berbelanja yang terintegrasi secara digital. Selain itu, MIDI mengutamakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan memperkuat kemitraan lokal, efisiensi rantai pasok, serta penyerapan tenaga kerja secara inklusif di seluruh wilayah operasional MIDI.
Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, MIDI ditutup pada level harga Rp240 (-12,40%) dengan kenaikan volume secara signifikan sebesar 270% dibandingkan hari sebelumnya.
