News Update 14 Sep 2026: Harga Emas, FORU, LAPD

Emas Loyo Jelang Rapat The Fed, Sahamnya Terjun Bebas

SahamTryas Mardhika14 Sep 2026

Emas Loyo Jelang Rapat The Fed, Sahamnya Terjun Bebas

Harga emas dunia melemah 0.2% ke USD4,339.96 per troy ounce pada perdagangan awal Asia, Senin (14/9), setelah inflasi inti AS Agustus naik lebih tinggi dari perkiraan.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan 15-16 September 2026.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak Brent menuju USD107 per barel berpotensi kembali mendorong inflasi.

Sentimen tersebut turut menekan saham emiten terkait emas, dengan EMAS anjlok 13.4%, ANTM -3.4%, HRTA -2.3%, dan ARCI -1.5%.

Rights Issue Jumbo FORU Rp27.1 Triliun di Depan Mata

FORU segera menggelar rights issue jumbo dengan target dana maksimal Rp27.1 triliun melalui penerbitan 215.09 miliar saham baru diharga Rp126/saham.

Pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding, akan menebus sebagian haknya melalui inbreng 49% saham PT Borneo Prima senilai Rp20.81 triliun.

Sementara itu, dana tunai dari investor publik akan disalurkan sebagai pinjaman kepada Borneo Prima untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan.

Perseroan menetapkan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 21 September 2026, dengan rasio 100:46,235.

Menjelang aksi korporasi ini, saham FORU telah melesat ARA ke level Rp4,650/saham pada Senin (14/9).

Bukan Sekadar Rights Issue, LAPD Siapkan Akuisisi Kontraktor Tambang

Emiten jasa konstruksi dan energi, LAPD berencana menggelar rights issue II, maksimal Rp100 miliar untuk memperkuat modal kerja dan mengembangkan bisnis.

Menariknya, pemegang saham pengendali LAPD, PT JSI Sinergi Mas, akan menebus haknya dengan menyetor 99.99% saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS) senilai Rp44.39 miliar.

Aksi ini akan membuat BSS, perusahaan kontraktor tambang yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, berada di bawah kendali LAPD.

Rencana rights issue tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026

Kabar aksi korporasi ini langsung mendapat respons positif pasar, dengan melesat 31.9% ke level Rp91/saham.