News Update (9 Sep 2026): AMMN, INDY, FOLK
Harga Tembaga Cetak Rekor, Saham AMMN Ikut Terangkat
Harga Tembaga Cetak Rekor, Saham AMMN Ikut Terangkat
Saham AMMN menguat 2.6% ke Rp4,790/saham pada Rabu (9/9), dan sudah naik 8.3% dalam sepekan.
Penguatan AMMN terjadi saat harga tembaga mencetak rekor baru, dengan kontrak berjangka naik 2.8% menjadi USD6.78/pound, melampaui rekor sebelumnya sebesar USD6.71/pound
Lonjakan harga tembaga dipicu oleh kekhawatiran pasokan global di tengah permintaan yang terus meningkat.
Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi AMMN karena kebutuhan tembaga semakin besar untuk AI, data center, jaringan listrik, dan kendaraan listrik.
Diversifikasi Bisnis, INDY Garap Sektor Mobilitas
INDY melalui anak usahanya, PT Kalista Rotom Orbita (KRO) dan PT Kalista Nusa Armada (KNA), mendirikan usaha baru yaitu PT Kalista Mobilitas Indonesia (KMI) pada 8 September 2026.
KMI akan bergerak di bisnis penyewaan kendaraan, angkutan sewa, reparasi mobil, perdagangan mobil bekas, serta perdagangan unit karbon.
KRO menjadi pemegang saham mayoritas KMI sebesar 99%, sedangkan KNA memiliki 1%, dengan total modal Rp60 miliar.
Pendirian KMI merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis INDY sekaligus mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Kabar ini langsung mendongkrak saham INDY bergerak melesat 8.2% ke level Rp3,040/saham pada Rabu (9/9).
FOLK Masuk Data Center, Garap Pengolahan Air di Cikarang
FOLK melalui anak usahanya, Traya Hydro ikut mendukung dua proyek data center berskala besar di Cikarang, Bekasi melalui layanan pengolahan air dan air limbah.
Cikarang menjadi pusat data center besar dengan investasi lebih dari USD6 miliar dan kapasitas hingga 1 GW.
Traya Hydro mengandalkan teknologi Membrane Bioreactor (MBR) dan Ultrafiltration (UF) untuk menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali sebagai air non-konsumsi.
Menyusul kabar tersebut, saham FOLK sempat melejit 17% ke level Rp248/saham.
