Small Cap Stock Info (9 Sep 2026): DEWA, DMAS, EMMI

DEWA Rp446 ( 0.44%): Peroleh akses mayoritas ke Gayo Mineral Resources

SahamMuhammad Nafan Aji Gusta Utama, CTA, CSA09 Sep 2026

DEWA Rp446 (-0.44%): Peroleh akses mayoritas ke Gayo Mineral Resources

Support: Rp440
Resistance: Rp496
Stop loss: Rp414

Didirikan pada 8 Oktober 1991, PT. Darma Henwa Tbk (DEWA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor penambangan umum.

Berdasarkan informasi dari Bloomberg Technoz, DEWA memperoleh akses mayoritas ke Gayo Mineral Resources, dengan nilai aset tambang mencapai sekitar Rp7,03 triliun per Juni 2026, sementara pendanaan eksplorasi berasal dari PT. Seraya Laju Karya melalui fasilitas pinjaman tanpa bunga berplafon Rp455 miliar hingga 2028, dimana hingga Juni 2026, sekitar Rp297,88 miliar atau 65% fasilitas telah dicairkan. Hal yang menjadi perhatian adalah Seraya baru berdiri pada 7 November 2025, hanya sekitar dua pekan sebelum memberikan pinjaman, sehingga struktur kreditur dan keterkaitan ekonominya dengan proyek perlu diperjelas agar investor dapat menilai aspek governance, beneficial ownership, dan conflict of interest secara lebih komprehensif. Dari sisi positifnya, pembiayaan tanpa bunga tentunya dapat mengurangi beban finansial DEWA selama fase eksplorasi.

Pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, DEWA ditutup pada level harga Rp446 (-0,44%) dengan penurunan volume sebesar 17% dibandingkan hari sebelumnya.

DMAS Rp200 (-0.99%): Data center dominasi prapenjualan

Support: Rp193
Resistance: Rp214
Stop loss: Rp189

Didirikan pada 12 November 1993, PT. Puradelta Lestari Tbk (DMAS) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri, perumahan, dan developer komersial.

DMAS membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,15 triliun pada semester I-2026, atau setara 55% dari target tahunan senilai Rp2,08 triliun. Pencapaian tersebut didominasi oleh penyerapan lahan industri seluas 85 hektar, di mana sekitar 75% dari total permintaan tersebut berasal dari sektor data center berkat kesiapan infrastruktur pendukung yang mumpuni di Kota Deltamas, seperti pasokan listrik premium, serat optik redundan, dan fasilitas pengolahan air, sehingga menempatkan DMAS pada posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan lahan industri berbasis teknologi. Dengan demikian, data center berpotensi menjadi mesin pertumbuhan marketing sales DMAS dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat visibilitas pendapatan dan arus kas DMAS, Terlebih capaian Rp1,15 triliun tersebut dilaporkan meningkat sekitar 98% YoY.

Pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, DMAS ditutup pada level harga Rp200 (-0,99%) dengan penurunan volume sebesar 57% dibandingkan hari sebelumnya.

EMMI Rp354 (+0.00%): Bangun fasilitas produksi baru di Cikupa

Support: Rp316
Resistance: Rp378
Stop loss: Rp302

Didirikan pada 26 Januari 2000, PT. Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) merupakan perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.

EMMI terus menggunakan dana IPO untuk pembangunan fasilitas produksi baru di Cikupa, Tangerang, yang ditargetkan selesai pada akhir 2027. Pabrik tersebut sangat penting karena dapat meningkatkan kapasitas produksi, mendukung TKDN, dan secara bertahap menggeser profil EMMI dari sekadar distributor menjadi perusahaan dengan basis manufaktur yang lebih kuat. Bahkan Kementerian Kesehatan Indonesia terus mendorong penggunaan produk kesehatan dalam negeri (TKDN). Transformasi EMMI melalui fasilitas manufaktur di Cikupa menempatkannya pada posisi strategis untuk memenangkan tender pengadaan pemerintah dan rumah sakit daerah.

Pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, EMMI ditutup pada level harga Rp354 (+0,00%) dengan penurunan volume sebesar 42% dibandingkan hari sebelumnya.