MY MENU

News

News

Judul
Laba Indo Tambangraya Meroket 603 Persen, Efek Harga Batu Bara
Penulis
Bisnis Indonesia
Tanggal Diciptakan
11/16/2021
Lampiran0
Views
141
Konten
Berkat kenaikan harga batu bara sepanjang tahun ini ke level US$180,4 per ton, emiten PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang dengan kenaikan laba hingga 603 persen pada kuartal III/2021. “Di tengah peningkatan harga batu bara yang tajam, ITMG tetap menerapkan efisiensi biaya secara disiplin untuk mampu memaksimalkan keuntungan dari momentum kenaikan harga sehingga menghasilkan kinerja keuangan yang solid sekalipun pandemi berkepanjangan dan kegiatan penambangan melambat akibat hujan ekstrim yang terus-menerus,” ujar Direktur Utama ITMG Mulianto, dalam keterangan resmi Selasa (16/11/2021). Sepanjang sembilan bulan pertama 2021, ITMG mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar US$89,0 per ton, naik 65 persen dari US$53,8 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 14,8 juta ton.

Penjualan bersih tercatat sebesar US$1,32 miliar pada sembilan bulan pertama 2021, sedangkan marjin laba kotor naik 24 persen menjadi 40 persen pada sembilan bulan pertama tahun ini. “Kenaikan harga jual rata-rata yang kuat ditambah kendali biaya yang disiplin dan konsisten, semakin memperkuat arus kas perusahaan,” tambah Mulianto. Selain itu, EBITDA tercatat sebesar US$514 juta pada sembilan bulan pertama 2021, naik 309 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih naik signifikan sebesar 603 persen dari US$39 juta pada sembilan bulan pertama 2020 menjadi US$271 juta pada periode yang sama tahun ini. Adapun, laba bersih per saham dibukukan sebesar US$0,25 per saham

“Dari volume target penjualan 20,2–20,4 juta ton untuk tahun ini, seluruhnya telah memperoleh kontrak penjualan. Sebanyak 84 persen harga jualnya telah ditetapkan, sedangkan sisanya 16 persen mengacu pada indeks harga batu bara,” jelasnya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2021, perusahaan telah menjual 14,8 juta ton batu bara yang meliputi China (4,1 juta ton), Indonesia (3,2 juta ton), Jepang (2,1 juta ton), Filipina (1,4 juta ton), Thailand (1,0 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, dan Selatan serta Oseania. Sampai dengan akhir September 2021, total aset perusahaan tercatat sebesar US$1,5 miliar dengan total ekuitas sebesar US$1,3 miliar. Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$510 juta dengan posisi total pinjaman bank sebesar US$40 juta. Dengan posisi keuangan yang kokoh tersebut, ITMG juga mempertahankan tingkat pembayaran dividen yang tinggi, dengan mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$94,1 juta atau setara dengan 80 persen dari laba bersih semester pertama 2021. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)